Hakikat Kejayaan Dan Kebahagiaan
Assalamualaikum...
Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang hakikat keindahan,kejayaan dan kebahagiaan manusia di dunia yang sementara dan akhirat yang selama lamanya
Sudah menjadi kodrat setiap manusia menyukai sesuatu yang indah indah. Jadi takheran jika Jutaan bahkan sampai miliyaran uang rela di keluarkan agar mereka terlihat indah di mata orang lain dengan penampilannya. Kadang juga seseorang rela mengerok isi kantong dalam dalam untuk mendirikan suatu bangunan yang indah dilihat oleh mata.
Dalam mencari kejayaan dan kebahagiaan,seseorang akan pergi pagi pulang malam hanya untuk meraihnya. Bukan hanya itu,seseorang bahkan rela kehilangan muka demi itu. bahkan lebih hinanya lagi,mereka tak malu jika harus menjadi seorang pencuri uang rakyat dan mematikan jiwa dalam raga yang bergerak jutaan masyarakat miskin. Bahkan banyak juga yang mau menjadi penjilat kaki seorang pemimpin dzolim hanya untuk mendapatkan sesuatu yang mereka anggap sebagai jalan untuk meraih kebahagiaan. Naudzubillah. Kenapa racun malah di jadikan obat penyembuh? Serendah itukah ahlak manusia?
Saat proses penciptaan manusia. Ketika Allah swt menciptakan kaki, para malaikat tidak bertanya kepada Allah sebab malaikat tau kalau itu adalah kaki. Begitu seterusnya. Namum ketika Allah stw menciptakan hati,serontak malaikat bertanya "Apa yang engkau ciptakan itu ya Allah?" Allah stw menjawab "ini adalah hati..."
Seorang sahabat saya pernah mengatakan "otak itu sifatnya kotor tempatnya nafsu dan hati itu sifatnya bersih tempatnya kesucian maka bersihkan serta sucikan otak dan nafsu dengan hati yang bersih lagi suci."Maaf... mungkin mereka mereka di atas tidak memiliki hati kali yah?hahaha. Tega banget jadi orang. Semoga Allah swt memberikan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin.
Jika Allah swt meletakkan kejayaan dan kebahagiaan pada kedudukan tinggi maka Fir'aun,Heraklius,pemerintah dan pejabat adalah orang yang akan dan paling bahagia. Jika Allah swt meletakaan kejayaan dan kebahagiaan pada kekayaan maka Qorun dan para pengusaha adalah orang yang akan dan paling bahagia. Jika Allah meletakkan kejayaan dan kebahagiaan pada pangkat dan jabatan,maka Hamam dan para jendral saja yang akan dan paling bahagia. Jika Allah meletakkan kejayaan dan kebahagiaan pada semua itu di mana letak keadilan-Nya? Bagaimana nasib manusia yang tidak memiliki kedudukan,harta,pangkat dan jabatan?
Namun Allah stw menunjukkan keadilannya dengan meletakkan kejayaan dan kebahagiaan manusia hanya dalam mengamalkan Agama. Kaya-miskin,kuat-lemah,tua-muda bisa meraih kejayaan dan kebahagiaannya hanya dengan mengamalkan Agama. Orang berkedudukan,berharta,dan berpangkat tinggipun Allah hinakan mereka,sebab tidak mengamalkan agama. Jadi kita sebagai manusia sangatlah merugi jika kita yang tidak mempunyai semua itu juga tidak mengamalkan agama. Ruginya dua kali,sudah susah di dunia,akhiratnya juga. Padahal kebahagiaan di dunia sangatlah sedikit jika di bandingkan dengan kebahagiaan di akhirat.
Dengan mensyukuri apa yang kita punya in syaa Allah hidup akan jauh lebih indah. Dengan menghidupkan sunnah sunnah baginda Rasulullah saw kita akan berjaya, sebab di balik sunnah ada kejayaan. Dalam sebuah hadist,Rasulullah saw bersabda "barang siapa menghidupkan sunnahku berarti dia mencintaiku,barang siapa mencintaiku maka dia akan di syurga bersamaku." Kurang lebih seperti itu. Di hadist lain Rasulullah saw bersabda "barang siapa menghidupkan sunnahku di kala rusaknya umatku maka baginya pahala seratus orang mati syahid." Kurang lebih seperti itu. Dan untuk meraih kebahagiaan,maka jalankan perintah Allah swt dengan iklas dan sungguh sungguh. sebab Semua Amal tergantung dari niatnya. "Sesungguhnya Allah tidak memandang wujud dan rupamu, melainkan memandang hati dan amal ibadahmu." Apakah ada keindahan,kejayaan dan kebahagiaan di dunia ini yang melebihi keindahan,kejayaan dan kebahagiaan di syurga? dan apakah kesusahan dan penderitaan di dunia lebih menakutkan kita ketimbang kesusahan dan penderitaan di neraka kelak? Maka merugilah kita sebagai manusia jika hanya mengejar kebahagiaan di dunia yang sifatnya sementara.
Ayolah kawan...mari sama sama kita berusaha meraih kebahagiaan yang sebenar benarnya kebahagiaan dengan amal agama. Namun kita saat ini belum mampu mengamalkan agama sebab lemahnya iman. Dan ego kita untuk melawan perintah Allah swt sedikit lebih unggul di banding perasaan takut kita terhadap pedihnya Siska Neraka. otak dan hati kita sudah terlampau cinta dengan dunia sampai kita lupa dengan kampung akhirat.
Semoga cerita di atas bermanfaat untuk kalian,terutama untuk saya sendiri. Dan In syaa Allah untuk lanjutan dari cerita ini,akan saya tulis di postingan selanjutnya.
Jagan lupa isi kolom komentarnya jika ada pertanyaan atau sanggahan dari tulian ini sebab Saran dan kritik kalian sangatlah berpengaruh untuk kemajuan blogg ini. Terimakasih sudah mau membaca sampai akhir. Wassalamualaikum.
Comments
Post a Comment